Showing posts with label makalah. Show all posts
Showing posts with label makalah. Show all posts

Friday, 2 November 2018

Termometer



   Termometer
Oleh : Rizki Zakwandi, dkk
    Pengertian 
   Termometer adalah alat ukur berskala yang dapat di gunakan untuk mengukur suhu (temperatur) ataupun perubahan suhu dalam satuan Celsius, Reamur, Kelvin, dan Farenheit. Pada dasarnya, termometer terbuat dari tabung kaca yang didalamnya diisi zat cair termometrik. Istilah termometer berasal dari bahasa latin yaitu termo yag berarti panas dan meter yang berarti mengukur.
     Fungsi
Umum : Berfungsi untuk mengukur suhu (temperatur), dan juga untuk mengukur perubahan suhu.
Berdasarkan jenisnya
1)      Termometer Ruangan : Termometer ini berfungsi untuk mengukur suhu pada sebuah ruangan.
2)      Termometer klinis : digunakan para dokter dan perawat untuk mengukur suhu tubuh manusia.
3)      Termometer Inframerah : digunakan untuk mengukur suhu benda yang sangat panas. benda yang bergerak cepat, atau benda yang tidak boleh disentuh karena berbahaya. Termometer inframerah bisa juga disebut termometer laser.
4)      Termometer optik : Termometer optik biasa disebut juga pyrometer yang biasanya digunakan mengukur suhu yang sangat tinggi (di atas 1000°C).
5)      Termometer Sensor Ganda : dirancang untuk penggunaan profesional karena mereka menyediakan pembacaan ganda lingkungan yang dapat tetap stabil untuk jangka waktu yang lama. Pembaca utama termometer ini dapat dipasang ke meja atau dinding dan penelitian dapat dimasukkan ke dalam berbagai lingkungan untuk pembacaan.
 
    Bagian-bagian Alat

Friday, 13 July 2018

Faktor Faktor yang mempengaruhi Kegiatan Bimbingan dan Konseling


Aplikasi instrumentasi data adalah kegiatan untuk mengumpulkan data dan keterangan tentang peserta didik, tentang lingkungan peserta didik dan lingkungan lainnya, yang dapat dilakukan dengan tujuan untuk memahami peserta didik dengan segala karakteristik dan memahami karakteristik lingkungan.
2.      Himpunan data.
Himpunan data adalah kegiatan untuk menghimpun seluruh data dan keterangan yang relevan dengan keperluan pengembangan peserta didik. Himpunan data diselenggarakan secara berkelanjutan, sistematik, komprehensif, terpadu dan sifatnya tertutup.
3.      Kegiatan khusus
a.       Konferensi kasus.
Konferensi kasus adalah kegiatan untuk membahas permasalahan peserta didik dalam suatu pertemuan yang dihadiri oleh pihak-pihak yan  dapat memberikan keterangan, kemudahan dan komitmen bagi terentaskannya permasalahan klien. Pertemuan kenferensi kasus bersifat terbatas dan tertutup. Tujuan konferensi kasus adalah untuk memperoleh keterangan dan membangun komitmen dari pihak yang terkait dan memiliki pengaruh kuat terhadap klien dalam rangka pengentasan permasalahan klien.
Kunjungan rumah merupakan kegiatan untuk memperoleh data, dan komitmen bagi terentasnya permasalahan peserta didik melalui kunjungan rumah klien. Kerja sama dengan orang tua sangat diperlukan, dengan tujuan untuk memperoleh keterangan dan membangun komitmen dari pihak orang tua atau keluarga untuk memerantaskan permaslahan klien.
c.       Alih Tangan Kasus
Alih tangan kasus merupakan kegitan untuk memperoleh penanganan yang lebih tepat dan tuntas atas pemasalahan yang dialami klien dengan memindahkan penanganan kasus ke pihak yang lebih kompeten, seperti kepada guru mata pelajaran atau konselor, dokter, serta ahli lainnya, dengan tujuan agar peserta didik dapat memperoleh penanganan yang lebih tepat dan tuntas atas pemasalahan yangdihadapi melalui pihak yang lebih kompeten.


Dalam kasus ini, kekurangan tenaga pembimbing disekolah menyebabkan terlalu berat beban tugas yang harus dipikul dalam pelaksanaan bimbingan disekolah, bilamana tenaga pembimbing jumlahnya sedikit sekali untuk menangani siswa yang begitu banyak tentunya tidak akan efektif dan efisien yang akhirnya akan menjadi kendala bimbingan konseling


Tenaga yang ada, yang secara langsung menangani bimbingan disekolah kebanyakan tidak sesuai dengan bidangnya, misalnya kepala sekolah yang masih merangkap jadi guru bimbingan dan lain sebagainya, yang akhirnya proses penaganan dan pelaksanaan tentu tidak sesuai dengan apa yang seharusnya dan tidak tepat sebagaimana mestinya.
c.       Sarana dan prasarana
Kebanyakan sarana dan prasarana yang digunakan masih merangkap dengan fasilitas lainnya, seperti ruangan bimbingan yang masih menyatu dengan ruang kesehatan, dan lain sebagainya.
Dalam penangan bimbingan disekolah, perlu dilakukan dan ditopang oleh kegiatan administrasi. Program bimbingan perlu diorganisir sedemikian rupa supaya memungkinkn terjadinya suatu kerjasama yang harmonis antara pihak sekolah, kepala sekolah, guru bidang studi, pihak ketertiban sekolah dan lainya.
Kegiatan supervisi baik oleh kepala sekolah maupun dari kantor wilayah departemen pendidikan nasional masih belum berjalan sebagaimana mestiya. Hambatan ini mungkin akan menyebabkan keterbatasan tenaga professional yang memadai bagi sekolah.
f.       Kurangnya kejasama antar pesonil pelaksanaan program dalam hal ini konselor, pimpinan instansi, penyelanggara pemerintah
g.      Kurangnya pemahaman dan pengetahuan pendidik dan tenaga kependidikan serta yang paling utama adalah konselor terhadap ketentuan atau perundang-undangan yang secara spesifik mengatur pelaksanaan program

a.      Seandainya Anda seorang guru BK, bagaimana cara menanggulangi persoalan di atas

Jika saya menjadi guru BK Cara untuk menanggulangi persoalan diatas adalah
1.      Dengan mengkaji lebih awal tentang landasan guru sebagai guru BK, berupa perundang-undangan, peraturan, kode etik guru, serta kode etik bimbingan dan penyuluhan, dimana dalam hal ini kita tidak akan keliru sebagai guru bimbingan. Dan yang paling utama ialah kuliah sesuai dengan profesi, misalanya kuliah dalam bidang psikologi, atau kuliah dalam jurusan bimbingan dan konseling.
2.       Mengajukan adanya sarana dan prasarana khusus untuk layanan bimbingan dan konseling, seperti yang kita telah ketahui, dari beberapa sekolah yang telah saya kunjungai dimana kebanyakan sarana dan prasarana dalam layanan bimbingan dan konseling itu kurang memadai. Meskipun dalam pengajuan sarana dan prasarana akan memakan waktu yang lama, tetapi setidaknya ada perjuangan.
3.      Dalam hal organisasi pada layanan bimbingan dan konseling, seperti apa yang telah kita ketahui organisasi dalam layanan bimbingan dan konseling kita harus tetap berkomunikasi dengan guru mata pelajaran, wali kelas, dan bahkan menjalin komunikasi dengan orang tua siswa.

4.      Penambahan tenaga pendidik dalam layanan bimbingan dan konseling, dalam hal ini minimalnya dalam tenaga pendidik bimbingan dan konseling itu ialah dua orang, seperti apa yang telah saya survey pada suatu sekolah SMP di kota Bandung.

Saturday, 5 November 2016

Analisis KI KD Fisika SMA/MA/SMK

Analisis Kompetensi Inti (KI) Dan Kompetensi Dasar (KD) Kurikulum 2013
SMA Dan SMK
Secara keseluruhan Terdapat banyak perbedaan pada kompetensi Inti dan kompetensi dasar SMA dan SMK pada kurikulum 2013 dari jumlah materi yang di pelajari, urutan pembahasan materi juga ISI KI dan KD. Materi fisika yang diajarkan di SMA berjumlah 59 pembahasan yang di pelajari di kelas X,XI dan XII sedangkan di SMK 56 pembahasan Materi yang akan dipelajari di kelas X, dan XI.
 Pada kompetensi Inti dan kompetensi  Dasar di SMA dan SMK terdapat banyak perbedaan. Di SMA kompetensi siswa yang di harapkan lebih menunjukan kearah teoritis dan ilmiah untuk memecahakan masalah. sedangkan di SMK kompetensi yang di miliki siswa dari hasil belajar Fisika lebih di terapkan langsung kepada bidang kerja secara spesifik.
Pada  kompetensi dasar SMA dan SMK terdapat perbedaan urutan dan tujuan pembelajaran  seperti pada kompetensi dasar KI 3 materi fisika
contoh: Pada pembahasan gerak lurus
KD SMA:
 Menganalisis besaran-besaran fisis pada gerak lurus dengan kecepatan konstan dan gerak lurus dengan percepatan konstan
KD SMK :

Friday, 4 November 2016

Hakikat Iman dan Buah dari Iman


 Hakikat Iman dan Buah dari Iman
Oleh: Rizki Zakwandi, dkk

          Iman pada dasarnya merupakan suatu akar yang menjadi pembeda antara seorang hamba dengan hamba lainnya. Pembahasan mengenai kemimanan dan apa hakikat dari iman sudah sering dilakukan oleh ulama-ulama sebelumnya. Sebagai review, tulisan ini mencoba menyikap tentang keimanan dan hakikan keimanan dari berbagai sumber dan sudut pandang.

Pembentukan dan Pembinaan Kepribadian



Pembentukan dan Pembinaan Kepribadian
Oleh : Rizki Zakwandi

Secara bahasa kepribadian berasal dari kata personality dan kata person yang bermakna topeng yaitu menggambarkan prilaku melalui watak atau pribadi seseorang, sedangkan kata person memiliki makna meyakinkan dengan otot kemudian kedua hal ini dipadukan dan dijadikan sebagai salah satu kata dalam bahasa inggris yaitu personality yang berarti kepribadian. (Jalaludin dan Usman, 1999 :89). Didalam KBBI kepribadian didefenisikan sebagai suatu sifat yang hakiki yang merupakan cerminan pada sikap seseorang atau suatu bangsa an menjadi pembeda dari orang lain atau bangsa yang lain. G.W.Allport mendefenisikan kepribadian sebagai organisasi yang dinamis dalam system psikologi individu yang menentukan kemampuannya dalam beradaptasi dengan lingkungan (Elizabeth. B. Hurlock. 1978: 524). Dalam sudut pandang islam kepribadian didefenisikan sebagai hasil perpaduan antara antara dinamika integrative dengan struktur kepribadian. Struktur kepribadian sendiri terdiri atad potensi nakhsiyah yaitu jasad dan batin, dan potensi akal dalam penerapannya. (Ibnu Qayyim al jazuri dalam Yadi Purwanto : 288)

Tuesday, 14 June 2016

Rencana Pembelajaran


A.  Tujuan Pembelajaran
Dalam konteks pendidikan, tujuan merupakan persoalan tentang misi dan visi suatu lembaga pendidikan. Artinya, tujuan penyelenggaraan pendidikan diturunkan dari visi dan misi lembaga, dan sebagai arah yang harus dijadikan rujukan dalam proses pembelajaran. Komponen ini memiliki fungsi yang sangat penting dalam sistem pembelajaran. Kalau diibaratkan, tujuan pembelajaran adalah jantungnya, dan suatu proses pembelajaran terjadi manakala terdapat tujuan yang harus dicapai.
Tujuan instruksional atau tujuan pembelajaran menurut Hernawan (2005) terbagi atas beberapa tingkatan yaitu diantaranya:
1.      Tujuan Pendidikan Nasional
Tujuan pendidikan nasional kita menurut UU No 2 tahun 1989 tentang system pendidikan nasional yaitu: "Pendidikan Nasional bertujuan menceraskan kehidupan bangsa dan mengembangkan manusia Indonesia seutuhnya, yaitu manusia yang beriman dan bertaqwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa dan berbudi pekerti luhur, memiliki pengetahuan dan keterampilan, kesehatan jasmani dan rohani, kepribadian yang mantap dan mandiri serta rasa tanggung jawab kemasyarakatan dan kebangsaan (pasal 4)".
2.      Tujuan Institusional
Tujuan institusional berisi rumusan kemampuan yang diharapkan dikuasai oleh pebelajar setelah mengikuti pendidikan pada suatu tingkat pendidikan tertentu. Misalnya tujuan pendidikan dasar (SD dan SMP) yaitu: "Pendidikan dasar bertujuan memberikan bekal kemampuan dasar kepada peserta didik untuk mengembangkan kehidupannya sebagai pribadi, anggota masyarakat, warga negara, dan anggota umat manusia serta mempersiapkan peserta didik untuk mengikuti pendidikan menengah. (Bab II, Pasal 3 Peraturan Pemerintah Nomor 28 tahun 1990).
3.      Tujuan Kurikuler
Tujuan Kurikuler adalah rumusan dari setiap mata pelajaran /bidang studi/mata kuliah. Misalnya tujuan kurikuler mata pelajaran Fisika pada pendidikan menengah.
Contoh: "Pembelajar memiliki pengetahuan tentang lingkungan alam serta keterampilan, wawasan dan kesadaran teknologi dalam kaitannya dengan pemanfaatannya bagi kehidupan sehari-hari.
4.      Tujuan Pembelajaran Umum
5.      Tujuan Pembelajaran Khusus
Menurut Harjanto (2008), perumusan tujuan Instruksional dalam desain pembelajaran merupakan perumusan yang jelas dimana memuat pernyataan tentang kemampuan dan tingkah laku peserta didik setelah mengikuti suatu program pengajaran tertentu untuk satu topik atau subtopik tertentu. Dengan demikian dapat dipertegas bahwa perumusan instruksional berfungsi sebagai tercapainya hasil belajar berupa perubahan tingkah laku dan kriteria untuk mengukur keberhasilan suatu kegiatan pembelajaran.
Berdasarkan uraian di atas dalam merumuskan tujuan instruksional, harus menetapkan jenis hasil belajar. Menurut Bloom dkk dalam Hernawan (2005) jenis belajar atau taksonomi tujuan pendidikan dapat dibedakan menjadi tiga domain yaitu domain kognitif, afektif dan psikomotorik yang akan diuraikan sebagai berikut:

Friday, 10 June 2016

Teknologi dan Iptek



      Pengertian Teknologi
            Istilah teknologi berasal dari kata techne dan logia. Kata Yunani kuno techne berarti seni kerajinan. Dari techne kemudian lahirlah technokos yang berarti seseorang yang memiliki keterampilan tertentu. Dengan berkembangnya keterampilan seseorang yang menjadi semakin tetap karena menunjukkan suatu pola, langkah dan metode yang pasti, keterampilan itu lalu menjadi teknik.
            Istilah “teknologi” berasal dari kata techne atau cara dan logos atau pengetahuan. Jadi secara harfiah teknologi dapat diartikan pengetahuan tentang cara. Pengertian teknologi sendiri menurutnya adalah cara melakukan sesuatu untuk memenuhi kebutuhan manusia dengan memperpanjang, emperkuat atau membuat lebih ampuh anggota tubuh, pancaindra dan otak manusia.
            Teknologi dianggap sebagai penerapan ilmu pengetahuan, dalam pengertian bahwa penerapan itu menuju pada perbuatan atau perwujudan sesuatu. Demikianlah teknologi adalah segenap keterampilan manusia menggunakan sumber-sumber daya alam untuk memecahkan masalah-masalah yang dihadapinya dalam kehidupan. Secara lebih umum dapatlah bahwa teknologi merupakan suatu sistem penggunaan berbagai sarana yang tersedia untuk mencapai tujuan-tujuan praktis yang ditentukan (Elly M. 2006: 68).
     Pembangunan dan Perkembangan IPTEKS
Perkembangan dunia iptek yang demikian pesatnya telah membawa manfaat luar biasa bagi kemajuan peradaban umat manusia. Jenis-jenis pekerjaan yang sebelumnya menuntut kemampuan fisik cukup besar, kini relatif sudah bisa digantikan oleh perangkat mesin-mesin otomatis. Sistem kerja robotis telah mengalihfungsikan tenaga otot manusia dengan pembesaran dan percepatan yang menakjubkan.
Begitupun dengan telah ditemukannya formulasi-formulasi baru aneka kapasitas computer, seolah sudah mampu menggeser posisi kemampuan otak manusia dalam berbagai bidang ilmu dan aktivitas manusia. Ringkas kata, kemajuan iptek yang telah kita capai sekarang benar-benar telah diakui dan dirasakan memberikan banyak kemudahan dan kenyamanan bagi kehidupan umat manusia.
Kemajuan teknologi adalah sesuatu yang tidak bisa kita hindari dalam kehidupan ini, karena kemajuan teknologi akan berjalan sesuai dengan kemajuan ilmu pengetahuan. Setiap inovasi diciptkan untuk memberikan manfaat positif bagi kehidupan manusia. Memberikan banyak kemudahan, serta sebagai cara baru dalam melakukan aktivitas manusia. Khusus dalam bidang teknologi masyarakat sudah menikmati banyak manfaat yang dibawa oleh inovasi-inovasi yang telah dihasilkan dalam decade terakhir ini. Namun demikian, walaupun pada awalnya dicciptakan untuk menghasilkan manfaat positif, di sisi lain juga memungkinkan digunakan untuk hal negatif.
Dampak positif dan dampak negatif dari perkembangan teknologi dilihat dari berbagai bidang.
1.      Bidang informasi dan komunikasi.
Dalam bidang informasi dan komunikasi telah terjadi kemajuan yang sangat pesat. Dari kemajuan data kita rasakan dampak positifnya, antara lain:
a.       Kita akan lebih cepat mendapatkan informasi-informasi yang akurat dan terbaru di bumi bagian manapun melalui internet.
b.      Kita dapat berkomunikasi dengan teman, maupun keluarga yang sangat jauh hanya dengan melalui handphone.
c.       Kita mendapatkan layanan bank dengan sangat mudah.
Di samping keuntungan-keuntungan yang kita peroleh ternyata kemajuan teknologi tersebut dimanfaatkan juga untuk hal-hal yang negatif, antara lain:
a.       Pemanfaatan jasa komunikasi oleh jaringan teroris.
b.      Penggunaan informasi tertentu dan situs tertentu yang terdapat di internet yang bisa disalahgunakan pihak tetentu untuk tujuan tertentu.
c.       Kerahasiaan alat tes semakin terancam. Melalui internet kita dapat memperoleh informasi tentang tes psikologi, dan bahkan dapat memperoleh layanan tes psikologi secara langsung dari internet.
2.      Kebutuhan pokok manusia
a.       Pangan
Dampak positifnya, antara lain:
1.      Ditemukannya bibit unggul yang dalam waktu singkat dapat diproduksi berlipat ganda.
2.      Digunakannya bioteknologi (misalnya hormone tumbuhan), untuk merangsang tumbuhnya daun, bunga, atau buah sehingga tumbuh lebih banyak.
Dampak negatifnya, antara lain: pemakaian pestisida, ternyata tidak saja dapat memberantas hama tanaman, tetapi juga dapat membunuh hewan ternak, dapat meracuni hasil panen, dan bahkan meracuni manusia sendiri.
b.      Sandang
Dampak positifnya, antara lain:
1.      Menolong manusia dalam pengadaan sandang dengan adanya mesin tekstil sehingga mempercepat proses pembuatan pakaian.
2.      Kita tidak perlu menunggu terlalu lama hasil serat tanaman kapas karena dengan serat sintetis, pembuat tekstil dapat dilakukan secara besar-besaran dalam waktu yang singkat.
Dampak negatifnya, antara lain:
1.      Bahan-bahan yang berupa polimer sintetis kalau menjadi sampah tidak dapat dihancurkan oleh bakteri-bakteri pembusuk.
2.      Sampah plastik kalau dibakar akan menyebabkan menipisnya lapisan ozon.
c.       Papan
Dampak positifnya, antara lain:
Dengan menerapkan teknologi maju, manusia mampu membangun rumah dan gedung-gedung pencakar langit. Orang tidak lagi menggunakan tangga, tetapi cukup dengan menekan tombol dan dalam beberapa detik saja orang sudah sampai di lantai yang dituju.
Dampak negatifnya, antara lain:
a.       Dengan peralatan modern, orang dengan sangat mudah membabat hutan untuk pembangunan rumah, gedung, dan sebagainya atau untuk perabotan yang lain. Akibatnya hutan menjadi gundul dan jika hujan terjadi banjir, erosi, pendangkalan sungai, kematian sumber air, hilangnya kesuburan tanah yang pada akhirnya menyengsarakan manusia sendiri.
b.      Dengan diterapkannya teknologi modern, tenaga manusia banyak yang tidak terpakai sehingga banyak terjadi pengangguran. Sebagai akibat dari pengangguran ini timbul kejahatan di mana-mana.